Skip to main content

Posts

Juli Tanpa Janji

https://unsplash.com/@fiqihalfarish Malam ini, aku merasa heran dengan sikapmu yang begitu manja. Padahal, Juli tahun lalu sudah aku jelaskan: aku memberimu keleluasaan untuk tidak perlu menaruh harapan besar pada kehadiranku. Aku takut kamu sangat berharap akulah yang akan menjadi pasanganmu. Kamu ingin segera aku melamarmu, padahal aku belum bisa. Aku belum mampu menikahimu dalam waktu dekat. Itulah alasan mengapa sejak awal aku memilih untuk tidak mengikatmu dengan ikatan apa pun. Namun, malam ini aku menerima hadiah darimu. Katamu, ini hadiah untuk Juli yang ke-29. Aku senang menerimanya, sungguh, tapi di sisi lain, ada rasa takut… takut jika harapanmu yang begitu tinggi justru akan melukai dirimu sendiri. Aku ini manusia—yang tidak tahu siapa yang akan ditakdirkan untuk bersanding denganku kelak. Jika itu kamu, tentu itu akan menjadi kebahagiaan bagi kita berdua. Namun, jika ternyata bukan kamu, bagaimana nasib hatimu yang kini telah mengikatku lewat pemberian ini? Aku berharap, m...
Recent posts

Langit Tak Selalu Menjawab dengan Cara yang Sama

Poto by unsplash.com/@drphotographer152 Di penghujung malam, aku bermunajat. Memohon agar dibukakan petunjuk atas pilihan yang telah kutetapkan. Bukan dua nama, bukan pula sekadar kemungkinan—melainkan satu nama yang kupilih untuk membersamaiku menyempurnakan separuh agamaku. Aku tenggelam dalam lautan doa. Angin sepertiga malam berembus lirih, keheningan menyelimutiku seperti rahmat yang turun perlahan. Doaku berlanjut selepas azan Subuh berkumandang hingga syuruq menyapa cakrawala. Aku terus memohon keyakinan: benarkah perempuan yang kupilih adalah yang tepat? Perempuan yang kelak akan menyeberangi samudra kehidupan bersamaku, dalam pasang dan surutnya. Mentari pagi merekah. Aku bangkit dari sujud, melipat sajadah dan merapikan mushaf yang kubawa. Langkahku keluar dari masjid terasa ringan. Kukenakan sandal, lalu menyusuri jalan pulang. Udara pagi begitu segar. Atap-atap rumah di perbukitan Jawa Barat tampak teduh, dan kicau burung menyambut hari dengan riang yang sederhana. Sayu...

Filosofi Teras (Hendry Manampiring)

         Sebuah karya yang menggugah masyarakat ditengah-tengah kondisi bangsa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Saya mendengar buku ini ketika kasus Covid 19 di Indonesia sedang pada puncaknya. Sekitar tahun 2020, membaca dari sebuah postingan di internet terkait unggahan Sinopsis Buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring dan dibahas di channel YouTube. Qodarulloh pada saat itu saya belum bisa memiliki buku ini. Desember 2022, sambil menunggu jadwal tayang film di Bioskop Cirebon, saya kepikiran untuk mencari buku ke Gramedia. Tepat di Rak Display Buku Terbaru, buku Filosofi Teras ini terpajang.      Buku ini membahas tentang salah satu ilmu filsafat yang ada di muka bumi. Namun, buku Filosofi Teras karya Henry Manampiring ini bukan buku yang membahas teori-teori Filsafat yang mendalam. Buku ini hanya pengantar filsafat Stoa yang dibuat khusus sebagai panduan moral anak muda. Buku ini ditulis untuk menjawab permasalahan tentang tingkat kek...

Diskusi Bersama DKR Pancalang

Sebuah kehormatan bagi saya bisa memenuhi undangan teman-teman Dewan Kerja Ranting Pancalang Masa Bakti 2025-2028 untuk berdiskusi tentang kedewankerjaan dan Administrasi Dewan Kerja. Mudah-mudahan kehadiran saya menjadi angin segar bagi teman-teman DKR. Pengalaman saya sebagai DKR Pagerageung dan DKC Kuningan mudah-mudahan bisa menambah khazanah keilmuan teman-teman DKR Pancalang, khususnya kedewankerjaan. Saat saya menjabat sebagai Kabid. Kajian Kepramukaan DKC Kuningan, salah satu kegiatan saya adalah memastikan teman-teman DKR sewilayah Kwarcab Kuningan menjalankan tugasnya sebagai wadah pengembangan diri bagi teman-teman T/D di wilayah Kwartir Ranting masing-masing. Tentang terselengarnya pengkaderan dewan kerja, kegiatan Dewan Kerja sesuai aturan yang berlaku dan sebagainya. Hal ini menjadi bahan diskusi saya dengan teman-teman DKR Pancalang. Sore menjelang malam itu kami merasakan kekeluargaan yang sangat hangat. Namun, sangat disayangkan saya tidak bisa mengikuti kegiatan malam...

Satu Meja dengan Founder KMO Indonesia

       Saya punya prinsip, jika ingin lebih dalam mengenal sesuatu maka jadilah bagian di dalamnya. Hal itu yang saya gunakan ketika saya tertarik dengan dunia Kepenulisan. Saya mulai menulis sejak di bangku SMP, tapi hanya berupa tulisan di Wall Facebook saja. Itu pun tulisan-tulisan saya hanya berupa keresahan-keresahan hidup. Beberapa tahun kemudian saya mengenal beberapa website yang bisa digunakan untuk menulis, dan saat itulah saya mulai mendalami teori-teori kepenulisan.           Puncaknya, saat saya ingin mengembangkan tulisan saya menjadi sebuah buku. KMO Indonesia lah komunitas yang berhasil menarik saya untuk menjadikan saya sebagai penulis. Pelatihannya gratis, tapi materinya daging semua. Dari semua materi yang ada, saya tertarik dengan materi pertama yang disampaikan langsung oleh Founder KMO Indonesia, Kang Tendi Murti.   Materi yang beliau sampaikan tentang " Why? ", tentang alasan kenapa harus menulis, dan berkomit...

Gebyar Pramuka Kuningan 2

  Ada cerita menarik dalam setiap kegiatan Pramuka. Sejak di bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Kejuruan, Dunia Kampus, Bahkan sampai jadi Pembina, kegiatan Pramuka selalu menyimpan cerita indah yang bisa menjadi sejarah. Cerita kali ini datang dari kegiatan Gebyar Pramuka Kuningan, yang menurut saya cerita ini sangat lucu dan menjadi perdebatan dalam batin, apakah berlanjut atau sudahi saja? berikut ceritanya. Pertama , Pertimbangan untuk ikut/ tidak ikut. Kabar akan diadakannya kegiatan ini sudah sejak awal bulan, bahwa akhir bulan ini akan diadakan kemah Gebyar Pramuka. Berkaca pada kegiatan Gebyar Pramuka Kuningan Petrama, saya mempertimbangkan untuk ikut atau tidak ikut, sebab kegiatan pertama bagi saya tidak begitu berpengaruh bagi pengetahuan kepramukaan saya, walau pada akhirnya dalam setiap peristiwa selalu ada pelajaran yang bisa saya ambil. Termasuk Kemah Gebyar Pramuka Kuningan Pertama, ada pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran. Kedua , H-1 baru ...

Refleksi 2023, Resolusi 2024

    Hari ini, kita sudah berada dipenghujung tahun 2023. Banyak cerita yang terukir, suka maupun duka, susah maupun senang, tangis maupun tawa. Esok, kita siapkan lembaran kertas kosong yang baru, esok kita akan menyongsong tahun baru 2024. Mari bercermin pada kisah 364 hari yang telah kita lewati bersama. Hadirnya tangis yang membuat perasaan, pikiran, dan tindakan bekerja keras. Terukirnya cerita duka yang Tuhan hadirkan hanya untuk kita. Hanya kita yang Tuhan percaya untuk menerima skenario itu. Lihatlah diri kita sekarang, berdiri tegak. Berhasil mengikuti skenario Tuhan, berhasil melewati cerita itu. Lihatlah kita sekarang, berdiri tegak. Itu bukti bahwa kita sanggup melewati kisah duka, susah, dan tangis yang Tuhan berikan hanya untuk kita seorang. Hadirnya tawa setelah tangis, hadirnya suka setelah duka, hadirnya senang setelah susah. Ini semua adalah sistem yang Tuhan ciptakan. Tuhan mendatangkan cerita tentang tangis untuk kita, Tuhan juga pasti akan memberika...