Ada cerita menarik dalam setiap kegiatan Pramuka. Sejak di bangku Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Kejuruan, Dunia Kampus, Bahkan sampai jadi Pembina, kegiatan Pramuka selalu menyimpan cerita indah yang bisa menjadi sejarah.
Cerita kali ini datang dari kegiatan Gebyar Pramuka Kuningan, yang menurut saya cerita ini sangat lucu dan menjadi perdebatan dalam batin, apakah berlanjut atau sudahi saja? berikut ceritanya.
Pertama, Pertimbangan untuk ikut/ tidak ikut. Kabar akan diadakannya kegiatan ini sudah sejak awal bulan, bahwa akhir bulan ini akan diadakan kemah Gebyar Pramuka. Berkaca pada kegiatan Gebyar Pramuka Kuningan Petrama, saya mempertimbangkan untuk ikut atau tidak ikut, sebab kegiatan pertama bagi saya tidak begitu berpengaruh bagi pengetahuan kepramukaan saya, walau pada akhirnya dalam setiap peristiwa selalu ada pelajaran yang bisa saya ambil. Termasuk Kemah Gebyar Pramuka Kuningan Pertama, ada pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran.
Kedua, H-1 baru diadakan rapat koordinasi di tingkat Kwartir Ranting. Informasi untuk mengikuti rapat koordinasi sudah saya dapatkan sejak satu pekan sebelum pelaksanaan. Namun, ketika saya hadir dalam rapat koordinasi itu, diinformasikan bahwa kegiatan dilaksanakan mulai hari besok. Saya sangat kaget dengan info tersebut. Konsekuensinya adalah mau tidak mau saya harus mempersiapkan segalanya hari itu juga, ditambah saya diamanahkan sebagai pimpinan regu putra.
Ketiga, Pembina yang butuh dibina. Saya sangat kecewa ketika mendapatkan kabar di buper, saat hari pertama bahwa dari 12 orang pembina yang terdata, hanya ada 8 orang yang ikut. Kekecewaan saya itu bukan sebab ketidakhadirannya, melainkan kita sudah berkomitmen iuran dana untuk keperluan tenda dengan pembagian rata 12 orang, sehingga beban perorangnya tidak begitu besar. Yang paling membuat saya kecewa adalah, tidak adanya komunikasi kepada saya yang diamanahkan sebagai pimpinan regu.
Keempat, isu kegiatan sebagai media promosi calon Bupati. Bukan hal baru bagi saya ketika kegiatan Pramuka selalu dikaitkan dengan isu promosi calon pemimpin daerah, sebab saya pernah menjadi pengurus Pramuka, dan juga Pengurus Partai Politik. Namun, isu itu tidak begitu menjadi beban pikiran, toh Pramuka selalu menyenangkan dengan tepuk dan permainannya.
Kelima, Selalu ada pelajaran dan pengalaman berharga. Sekecewa-kecewanya saya dengan peristiwa dan kejadian yang dialami, saya selalu merasakan suasana yang bahagia ketika berkumpul dengan orang-orang yang memang suka dengan pramuka. Ada suasana batin yang tidak bisa diuraikan dengan kata-kata ketika bertemu dan bercengkrama dengan orang yang jiwa pramukanya sudah mendarahdaging. Bertemu dengan sesama Member ISJ Kuningan, Bekerjasama dengan adik-adik DKR, Berdiskusi dengan Pembina lain, dan bermain bersama para pelatih Kwarcab.
Berikut beberapa dokumentasi kegiatan Kemah Gebyar Pramuka Kuningan 2 2024.













.jpeg)






Comments
Post a Comment