Resah, gelisah membara dalam dada. Sebuah pesan singkat yang menggetarkan seluruh rongga-rongga tubuh, merapuhkan seluruh tulang belulang, menghancurkan harapan yang dulu pernah menjadi sebuah impian. Aku tertunduk lesu, pikiran tak karuan. Makan tak enak tidurpun tak nyenyak. Seakan bayangan pesan itu tidak bisa aku lupakan. Walau aku tau, kejadian tidak bisa kita tafsirkan sebagai sebuah berkah atau musibah, karena sejatinya apapun yang terjadi adalah kehendak-Nya, sebagai pencipta alam raya dan segala isinya. * * * Malam itu aku termenung di sudut kota, ditemani rintik-rintik hujan yang seakan mengerti akan apa yang sedang aku rasakan. Udara yang tuhan kirim, seakan pertanda akan makna kehidupan yang hanya sementara. Segelas kopi asli perkebunan kota ini, menambah akan suasana kesedihan yang sedang aku hadapi. Isapan kehangatan dari sebatang rokok yang sedang ku isap, dengan aroma tembakau asli dari tanah nusantara, menambah kelamn...
Cerita tentang Rasa yang tak pernah usai