Skip to main content

Jurnal Syukur Abang-Neng Jaga KMO Batch 53


Photo by: 
pixabay.com/id/users/kellepics-4893063/

Memaknai sebuah proses itu, adalah hal yang perlu kita lakukan. Bukan melulu berorientasi pada hasil. Hasil memang menjadi patokan utama dalam sebuah pekerjaan. Namun, bagi sebagian orang, proses dalam menuju hasil itulah yang menjadi sesuatu hal yang mengesankan. 

Program Abang-Neng Jaga, salahsatu program yang diinisiasi oleh Komunitas Menulis Online (KMO) Indonesia, adalah satu dari banyaknya program yang menjadi perhatian bagi saya pribadi. Orang-orang yang mengikuti program ini, mau tidak mau harus dipaksa untuk lihai dalam merangkai kata, mengatur waktu dan pandai berkomunikasi. Program, yang tujuan akhirnya mencari koordinator angkatan yang akan mengkoordinir program paska masa orientasi anggota baru. Program paska masa orientasi ini, disebut dengan Sakrat, Sarapan Kata. Program yang mewajibkan setiap anggota yang lulus masa orientasi, untuk membuat tulisan selama 30 hari. Setiap harinya harus menulis 500-700 kata. Abang-Neng Jaga ini, yang akan mengkoordinir seluruh anggota yang lulus masa orientasi dan mengikuti program Sarkat.

Selesai Abang-Neng Jaga ini, melalui beberapa tahapan. Dari tahap satu, Placement Test (PT) hingga seleksi tahap lima, voting dan Q n A. Ditahap satu ini, hanya 3 orang yang tereliminasi dari 16 orang peserta. Dan pada tahap dua inilah yang paling berkesan bagi saya. Tahap karantina yang pelaksanaannya selama 3 hari ini, banyak mengurus waktu dan pemikiran. Tugas dan tugas menjadi makanan sehari-hari. Bahkan, banyak yang gugur sebelum tahapan dua ini selesai. Kami yang tersisa hanya berjumlah 9 orang. Dan saya, satu-satunya laki-laki. Tugas yang paling berkesan adalah pada tugas malam puncak. Tugas yang menguras banyak waktu saya. Sampai-sampai, saya lupa bahwa satu hari itu belum sempat membersihkan tubuh dengan air dan sabun. Ya, sebuah pengorbanan dan proses yang harus dilalui. 

Proses mengikuti Abang-Neng Jaga ini, yang membuat saya belajar tentang arti dari sebuah kerjasama, dan pentingnya sebuah waktu. Salut sama teman-teman peserta ini, walaupun sibuk dengan urusan rumah tangganya, mereka tetap mampu mengerjakan tugas dengan baik. Saya benar-benar belajar cara menghargai waktu.

Comments

Popular posts from this blog

Diskusi Bersama DKR Pancalang

Sebuah kehormatan bagi saya bisa memenuhi undangan teman-teman Dewan Kerja Ranting Pancalang Masa Bakti 2025-2028 untuk berdiskusi tentang kedewankerjaan dan Administrasi Dewan Kerja. Mudah-mudahan kehadiran saya menjadi angin segar bagi teman-teman DKR. Pengalaman saya sebagai DKR Pagerageung dan DKC Kuningan mudah-mudahan bisa menambah khazanah keilmuan teman-teman DKR Pancalang, khususnya kedewankerjaan. Saat saya menjabat sebagai Kabid. Kajian Kepramukaan DKC Kuningan, salah satu kegiatan saya adalah memastikan teman-teman DKR sewilayah Kwarcab Kuningan menjalankan tugasnya sebagai wadah pengembangan diri bagi teman-teman T/D di wilayah Kwartir Ranting masing-masing. Tentang terselengarnya pengkaderan dewan kerja, kegiatan Dewan Kerja sesuai aturan yang berlaku dan sebagainya. Hal ini menjadi bahan diskusi saya dengan teman-teman DKR Pancalang. Sore menjelang malam itu kami merasakan kekeluargaan yang sangat hangat. Namun, sangat disayangkan saya tidak bisa mengikuti kegiatan malam...

Langit Tak Selalu Menjawab dengan Cara yang Sama

Poto by unsplash.com/@drphotographer152 Di penghujung malam, aku bermunajat. Memohon agar dibukakan petunjuk atas pilihan yang telah kutetapkan. Bukan dua nama, bukan pula sekadar kemungkinan—melainkan satu nama yang kupilih untuk membersamaiku menyempurnakan separuh agamaku. Aku tenggelam dalam lautan doa. Angin sepertiga malam berembus lirih, keheningan menyelimutiku seperti rahmat yang turun perlahan. Doaku berlanjut selepas azan Subuh berkumandang hingga syuruq menyapa cakrawala. Aku terus memohon keyakinan: benarkah perempuan yang kupilih adalah yang tepat? Perempuan yang kelak akan menyeberangi samudra kehidupan bersamaku, dalam pasang dan surutnya. Mentari pagi merekah. Aku bangkit dari sujud, melipat sajadah dan merapikan mushaf yang kubawa. Langkahku keluar dari masjid terasa ringan. Kukenakan sandal, lalu menyusuri jalan pulang. Udara pagi begitu segar. Atap-atap rumah di perbukitan Jawa Barat tampak teduh, dan kicau burung menyambut hari dengan riang yang sederhana. Sayu...

Teks Sambutan Perwakilan Wisudawan Pada Wisuda Ke-1 STIS Husnul Khotimah Kuningan

  SAMBUTAN PERWAKILAN WISUDAWAN/WISUDAWATI PADA SIDANG SENAT TERBUKA I STISHK KUNINGAN TAHUN 2022   Bismillahirrohmanirrohim Yang Terhormat, Bupati Kuningan,  Bpk H. Acep Purnama, S.H., M.H. Yang Terhormat, Sekretaris Kopertais Wilayah 2 Jawa Barat,  Bpk H. Dr. Usep Dedi Rostandi, MA. Yang Terhormat, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan,  Bpk KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd.I Al Hafidz  beserta jajaran Yang Kami Hormati, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan,  Bpk Dr. Mu’alim, S.Pd.I MA. Yang Kami Hormati,  Pimpinan, Anggota Senat dan Dosen  Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan. Undangan, Bapak/ Ibu Orang Tua Wisudawan/ Wisudawati serta para Wisudawan/ Wisudawati yang saya banggakan.     Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh   Puji Syukur kehadirat Alloh SWT, karena atas nikmat dan anugerahnya kita dapat dipertemukan dihari yang sangat berbahagia ini, yaitu pada acara wisuda sarjana Sek...