Dua hari sebelum hari pelaksanaan, saya di tarik oleh puket 3 kemahasiswaan. Dengan ekspresi kaget saya ikuti kemana beliau berjalan. Tepat di samping ballroom tempat acara wisuda, beliau berhenti,
"Ini pelajari" sembari menyodorkan bundelan kertas ke saya.
"Antum mewakili temen-temen untuk sambutan di acara wisuda nanti, baca dan pelajari ini" sambungnya.
Dengan ekspresi yang tidak karuhan, saya sempat bertanya kenapa tidak sama yang cumlaude. Karena saya sudah yakin pasti saya bukan termasuk Cumlaude, Munaqosah saya sempat tertunda hampir satu tahun, mana mungkin Cumlaude.
Malam itu, saya pelajari teks sambutan yang disiapkan oleh pihak kampus. Namun, terasa berat kalau harus dihapal. Maka, supaya tidak dihapal kata-katanya harus yang saya pahami dan saya kenal. Maka saya harus membuat teks sambutan hasil dari pemikiran saya.
Dari sana, saya melihat dan menyimak bagaimana sambutan-sambutan perwakilan wisudawan dalam prosesi wisuda. Sampai 3 video dari wisuda yang berbeda saya peljari. Dan lahirlah teks yang saya bawa kan kemarin pas wisuda.
Ada masukan dari salahsatu senior, lumni STIA HK. "Kasih pantun biar keren", katanya lewat sebuah pesan singkat WhatApp.
Jika kamu tertarik untuk membaca teks sambutan perwakilan wisudawan pada Wisuda Ke-1 STIS Husnul Khotimah Kuningan, baca disini.
Jika ingin rekaman videonya bisa lihat disini.
Terkait alasan kenapa memilih saya, bukan memilih Mahasiswa Terbaik atau Mahasiswa Teladan untuk sambutan mewakili Wisudawan, sampai saat ini, saya sendiri juga tidak mendapat jawaban dari beliau.

Comments
Post a Comment