Skip to main content

Bukan Mengatur, Tapi Bagaimana Respon Kita

  

Manusia sudah fitrahnya hidup berdampingan dengan manusia lainnya. Dalam ilmu sosial, manusia dikatakan sebagai mahluk sosial. Mahluk yang membutuhkan orang lain. Karakter manusia yang berbeda-beda, tentu tidak bisa kita atur dengan seenak jidat. Perlu pemahaman yang mendalam terkait hal ini. 

Dalam kehidupan sehari-hari, yang notabenenya terdapat lebih dari dua manusia yang berinteraksi, menimbulkan dampak yang berbeda. Sehingga respon masing-masing manusia nya pun berbeda. Begitulah kenyataannya dalam kehidupan bersosial. 


Hal paling kecil yang saya alami, ketika kehidupan asrama bersama teman-teman mahasiswa STIS Husnul Khotimah. Kehidupan asrama tidak luput dari interaksi dua manusia atau lebih. Hal ini juga menimbulkan dampak yang signifikan atas keberadaan manusia dalam satu tempat. Dampak yang paling besar pengaruhnya adalah terkait sampah. Dengan jumlah manusia yang berinteraksi lebih dari 10, membuat sampah yang diproduksi juga semakin banyak. 


Begitu juga ketika saya berada di Rumah Dinas Pegawai Bujang, ketika saya ditugaskan Yayasan untuk menjadi bagian didalamnya. Rumah Dinas Bujang, yang sering kita sebut dengan Rudin ini terdapat 6 manusia yang berinteraksi didalamnya, termasuk jumlah sampah yang dihasilkan. Bukan soal banyak atau sedikitnya sampah yang dihasilkan, tapi ini soal kesadaran para penghuninya terkait sampah yang dihasilkan oleh dirinya sendiri.  



Harapan setiap orang pasti ingin ada kesadaran Dari setiap penghuni, namun setiap orang juga memiliki kepribadiannya sendiri yang tidak bisa kita atur. Bukan maksud mereka tidak mau untuk membersihkan, namun karena setiap mereka membersihkan, respon dari yang lain justru tidak mendukung tindakannya sehingga ada istilah "cape-cape urang nu meresan, Ari nu lain na Ngan cicing wae". Respon inilah yang menghantarkan mereka untuk seperti respon yang lainnya, membiarkan sampah dan keadaan berserakan. 


Sebagai manusia, kita tidak bisa mengatur respon orang lain terhadap keinginan kita. Yang bisa kita atur adalah respon kita terhadap respon orang lain. Dalam Islam, cukup ada dua respon yang bisa kita gunakan. Kalau tidak Syukur, ya Sabar. Alloh SWT memberikan kedua respon tersebut bukan tanpa alasan. Hal itu jika kita aplikasikan kedua respon tersebut maka tarap kestabilan hidup dalam merespon segala sesuatu akan lebih baik. 
Maka, dalam hal seperti ini, jika respon yang lain terhadap sampah dan kebersihan lingkungan tidak merespon baik, kitalah yang harus merespon positif. Jika mereka tidak mau memberikan lingkungan dan sampah, kitalah yang merespon untuk membuang dan membersihkan sampah tsb. 

Kuningan, 3 Desember 2022


Comments

Popular posts from this blog

Diskusi Bersama DKR Pancalang

Sebuah kehormatan bagi saya bisa memenuhi undangan teman-teman Dewan Kerja Ranting Pancalang Masa Bakti 2025-2028 untuk berdiskusi tentang kedewankerjaan dan Administrasi Dewan Kerja. Mudah-mudahan kehadiran saya menjadi angin segar bagi teman-teman DKR. Pengalaman saya sebagai DKR Pagerageung dan DKC Kuningan mudah-mudahan bisa menambah khazanah keilmuan teman-teman DKR Pancalang, khususnya kedewankerjaan. Saat saya menjabat sebagai Kabid. Kajian Kepramukaan DKC Kuningan, salah satu kegiatan saya adalah memastikan teman-teman DKR sewilayah Kwarcab Kuningan menjalankan tugasnya sebagai wadah pengembangan diri bagi teman-teman T/D di wilayah Kwartir Ranting masing-masing. Tentang terselengarnya pengkaderan dewan kerja, kegiatan Dewan Kerja sesuai aturan yang berlaku dan sebagainya. Hal ini menjadi bahan diskusi saya dengan teman-teman DKR Pancalang. Sore menjelang malam itu kami merasakan kekeluargaan yang sangat hangat. Namun, sangat disayangkan saya tidak bisa mengikuti kegiatan malam...

Langit Tak Selalu Menjawab dengan Cara yang Sama

Poto by unsplash.com/@drphotographer152 Di penghujung malam, aku bermunajat. Memohon agar dibukakan petunjuk atas pilihan yang telah kutetapkan. Bukan dua nama, bukan pula sekadar kemungkinan—melainkan satu nama yang kupilih untuk membersamaiku menyempurnakan separuh agamaku. Aku tenggelam dalam lautan doa. Angin sepertiga malam berembus lirih, keheningan menyelimutiku seperti rahmat yang turun perlahan. Doaku berlanjut selepas azan Subuh berkumandang hingga syuruq menyapa cakrawala. Aku terus memohon keyakinan: benarkah perempuan yang kupilih adalah yang tepat? Perempuan yang kelak akan menyeberangi samudra kehidupan bersamaku, dalam pasang dan surutnya. Mentari pagi merekah. Aku bangkit dari sujud, melipat sajadah dan merapikan mushaf yang kubawa. Langkahku keluar dari masjid terasa ringan. Kukenakan sandal, lalu menyusuri jalan pulang. Udara pagi begitu segar. Atap-atap rumah di perbukitan Jawa Barat tampak teduh, dan kicau burung menyambut hari dengan riang yang sederhana. Sayu...

Teks Sambutan Perwakilan Wisudawan Pada Wisuda Ke-1 STIS Husnul Khotimah Kuningan

  SAMBUTAN PERWAKILAN WISUDAWAN/WISUDAWATI PADA SIDANG SENAT TERBUKA I STISHK KUNINGAN TAHUN 2022   Bismillahirrohmanirrohim Yang Terhormat, Bupati Kuningan,  Bpk H. Acep Purnama, S.H., M.H. Yang Terhormat, Sekretaris Kopertais Wilayah 2 Jawa Barat,  Bpk H. Dr. Usep Dedi Rostandi, MA. Yang Terhormat, Ketua Umum Yayasan Husnul Khotimah Kuningan,  Bpk KH. Mu’tamad, Lc., M.Pd.I Al Hafidz  beserta jajaran Yang Kami Hormati, Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan,  Bpk Dr. Mu’alim, S.Pd.I MA. Yang Kami Hormati,  Pimpinan, Anggota Senat dan Dosen  Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khotimah Kuningan. Undangan, Bapak/ Ibu Orang Tua Wisudawan/ Wisudawati serta para Wisudawan/ Wisudawati yang saya banggakan.     Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh   Puji Syukur kehadirat Alloh SWT, karena atas nikmat dan anugerahnya kita dapat dipertemukan dihari yang sangat berbahagia ini, yaitu pada acara wisuda sarjana Sek...