Sepucuk surat yang ku kirim, lewat angin-angin yang berhembus dari lembah Ciremai sebagai pesan terakhirku.
12 April 2017 tepat pukul 23:59 ku paparkan semua perasaan yang ku pendam sejak engkau mengatakan dia hanya sebatas teman dekat kedalam secarik kertas dengan tinta-tinta hitam yang menghiasi putih nan bersih. Kini aku sadar teman dekat lama kelamaan akan berubah status bukan lagi teman dekat melainkan teman mesra. Sudah ku katakan dulu, aku memiliki masa kelam. Kini engkau menambahkan dalam sejarah kehidupanku, sejarah kelam bahwa cintaku terhianati. Bahwa cintamu kau bagi untuk orang lain.
Jam dinding bergambar aktor Korea pemain film DOS yang ku pasang di sudut kamar menunjukan pukul 00:00. Ya hari pun berganti. Begitupun tanggal ikut berganti. 13 April 2017 yang ku tandai dengan bulatan spidol hitam merk snowman itu kini hanya sebatas coretan tak bermakna. Buku yang dihiasi sampul pink bergambarkan perempuan berjilbab dan bertuliskan "Cinta Suci Seorang Khodizah" itu ku bungkus dengan sehelai kertas berwarna pink di padu dengan warna putih serta dihiasi indahnya gambar hati. Tak lupa selembar kertas bertuliskan ""Selamat Ulang Tahun Sayang" warna warni kehidupanku kini di warnai oleh kehadiranmu. Jaga baik-baik ikatan kita. Jika hampir putus, kita perbaiki sama-sama" itu, hanya sebatas bungkusan tak bertuan.
Namun, dibalik luka yang kau berikan kepadaku ada makna yang sangat berharga. dari kejadian ini ku putuskan, aku tidak akan pernah menjalin kisah dan kasih kepada seorang gadis sampai gadis itu ku khitbah dan ku nikahin. Tuhan maha adil, disetiap kejadian pasti ada sesuatu yang tuhan berikan.
Sebagai salam penutup untuk mu jurnaliskecilku, terimakasih, pelajaran darimu membuat aku mengarahkan setir ke jalan syari'at islam.Ku tunggu engkau, sebagai gadis yang ku hitbah.

Comments
Post a Comment